Plantation Team

Kami siap menyongsong swasembada Gula Nasional

Pembangunan Pabrik PT. GMM-Blora

Pembangunan pabrik PT. GMM Blora didirikan sejak tahun 2012 sebagai sumbangsih kami pada SWASEMBADA gula Nasional

PT. Gendhis Multi Manis (GMM) Blora

Sumbangsih Kami pada Swasembada Gula Nasional

Kerjasama BRI dan PT. GMM dalam bentuk program KKPE-BRI

Terima kasih kepada BRI atas kepercayaan dan pelayanan yang tulus kepada PT. GMM dan para petani plasma-nya

Single Bud Planting menggunakan Polybag

PG Blora mempersiapkan 1.500.000 bibit tebu unggul dengan sistem Single Bud Planting (SBP)

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juni 2014

Pabrik Gula Blora Mulai Beroperasi, Tahap Awal Giling 4000 Ton Tebu Per Hari

Giling tebu perdana di Pabrik Gula (PG) Blora, Rabu (4/6) kemarin ditandai dengan penekanan sirine oleh Dirut PT.GMM Kamadjaya bersama dengan para tamu undangan. (rs-infoblora)
BLORA. Pabrik gula (PG) Blora dengan nama lengkap PT Gendhis Multi Manis mulai berproduksi menggiling tebu, sejak Rabu (4/6) kemarin. Pabrik yang yang berdiri di lahan seluas 43 hektare itu berada di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Pada giling tebu perdana kemarin diramaikan dengan Pesta Rakyat yang dikomandani seniman nasional dari Yogyakarta, Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto melengkapi peresmian pabrik tersebut.

"Kami mampu menggiling 6.000 ton tebu setiap harinya atau setara 4.000 truk tebu. Namun, awal ini kami menggiling 4.000 ton tebu per hari," kata Presiden Direktur PT Gendhis Multi Manis, Kamadjaya.

Kebutuhan gula nasional saat ini sekitar 5,75 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, pabrik gula di Indonesia hanya bisa memasok sekitar 40 persen. Kekurangannya terpaksa mengimpor dari negara lain.

Peresmian operasional Pabrik gula Blora (PT GMM) itu dimeriahkan Pesta Rakyat, semacam cengbengan pada pabrik gula buatan Belanda. Dalam Pesta Rakyat itu, kedudukan petani atau rakyat dengan pengusaha pabrik gula adalah setara.

"Itu untuk menghapus kesan feodal yang selama ini ada di pabrik gula. Di sini, petani dan bos pabrik setara. Pesta Rakyat di pabrik gula Blora memang berbeda dengan cengbengan pabrik gula peninggalan Belanda," kata Butet Kartaredjasa.
 
Lukisan mural di dinding Pabrik Gula (PG) Blora. (rs-infoblora)
Lukisan Mural
Dinding pabrik gula itu juga berbeda dengan pabrik gula lainnya. Lukisan mural sengaja dihadirkan di sana sehingga kesan seni sangat kental di pabrik tersebut. Ada dua sosok petani kekar di sana. Ada kata-kata penggugah semangat bertani dan kebersamaan dalam bahasa Jawa "Tebune Lemu-lemu" (tebunya gemuk-gemuk) dan "Kanggo Urip Bebarengan" (Untuk hidup bersama). Falsafah hidup komunitas Samin berusaha dituangkan di lukisan mural tersebut.

Pabrik itu mempekerjakan 1.000 lebih tenaga kerja dan melibatkan sekitar 20.000 petani tebu di Kabupaten Blora. "Pabrik itu mulai dibangun pada Juni 2011 dengan investasi Rp 1,8 triliun. Saya optimistis pabrik itu bisa memproduksi gula yang berkualitas baik, sebab tebu di Blora rendamannya mencapai 8 persen. Lalu, bagi hasil dengan petani tebu 70 persen untuk petani dan 30 persen untuk pabrik. Sementara itu, pabrik gula milik pemerintah memasang aturan 66 persen untuk petani dan 34 persen untuk pabrik. 

“Jadi, kami menghargai lebih banyak untuk petani," tutur Kamadjaya, pria berambut gondrong yang disemir dengan aneka warna ini.

Saya yakin dengan sistem bagi hasil 70:30, pabrik kami masih tetap mendapatkan untung. Bila dihitung, saya perkirakan bisa mencapai BEP setelah beroperasi delapan tahun," dia menuturkan.

Giling tebu perdana di Pabrik Gula Blora, Rabu kemarin. (rs-infoblora)
Waktu efektif operasi pabrik gula di Blora itu setiap tahunnya ada 11 bulan. Ada satu bulan masa perawatan mesin sehingga untuk sementara produksi dihentikan. 

Kamadjaya juga pernah ikut menangangi revitalisasi pabrik gula Cepiring di Kabupaten Kendal pada 2008. Pabrik peninggalan pemerintah kolonial Belanda itu sudah beberapa tahun mengkrak tidak beroperasi. Karena kebutuhan gula nasional yang tinggi, beberapa pabrik gula di Jawa Tengah dihidupkan kembali.

Sejak 1870, seiring dengan pengenapan sistem hal sewa tanah untuk penggunaan lahan selama 70 tahun, bermunculanlah pabrik gula di Indonesia yang masih dijajah Belanda. Setidaknya ada 74 pabrik gula yang mayoritas berada di Jawa. Setelah Indonesia merdeka, secara perlahan banyak pabrik yang tutup.

Setelah era Reformasi, beberapa pabrik berusaha dihidupkan kembali dengan masih menggunakan mesin lama. Di Jawa Tengah ada 11 pabrik gula yang masih beroperasi. Dengan adanya PT Gendhis Multi Manis, kini ada 12 pabrik yang beroperasi.

Keberadaan pabrik gula baru itu merupakan upaya yang keras dari Kamadjaya.  "Pabrik gula yang terakhir kali dibangun terjadi pada 1984. Kini, kami membangun pabrik baru, tetapi tidak punya lahan tebu (hak guna usaha tanah). Tebu berasal dari rakyat. Kedudukan kami dengan petani menjadi sama," kata Kamadjaya.

"Saat itu, Pak Bibit Waluyo (Gubernur Jawa Tengah periode 2008-2013) menantang saya apakah bisa membangun pabrik yang bagus seperti Cepiring. Bersama Pak Bibit saya ke Blora, kemudian memilih lokasi pabrik di sini," dia menuturkan.

Agar pabrik itu bisa hidup terus, ia masuk ke komunitas penduduk lewat cara kebudayaan. Kamadjaja menginginkan pabrik bersenyawa dengan petani. "Saya bersenyawa dengan petani. Maksudnya, saya dan petani tebu satu nyawa," ujar dia.

Disamping itu, selain PG Blora, nantinya akan ada dua pabrik gula milik swasta yang akan diresmikan menyusul. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir menuturkan untuk mencapai swasembada 5,7 juta ton gula kristal putih, Indonesia revitalisasi 52 PG milik BUMN dan minimal 10 PG baru.

"PG Blora ini harus disambut dengan baik dan semoga memicu investor-investor lain untuk membangun PG baru. Karena ini hanya satu dari 10-15 PG baru yang dibutuhkan untuk mencapai swasembada gula," katanya di sela peresmian PG Blora, Rabu (4/6) kemarin.

Gamal mengatakan pendirian PG baru akan menggenjot efisiensi industri gula nasional yang saat ini berada pada kisaran 70% dengan tingkat rendemen 6%-7%. "Pabrik baru seperti PG Blora ini efisiensinya minimal 85%, kalau pabrik lama hanya 70%. Rendemen juga bisa 8% karena mesinnya baru," tuturnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Gamal, setidaknya ada dua PG baru milik swasta yang akan diresmikan. Dua pabrik tersebut adalah milik PT Kebun Tebu Mas di Lamongan, Jawa Timur dan milik PT Adi Karya Gemilang di Lampung. "Kapasitasnya hampir sama dengan PG Blora sekitar 10.000 ton cane per day (TCD). Yang di Lamongan itu konsepnya juga plasma dengan petani lokal," ungkapnya.

Adapun rencana ekspansi lahan perkebunan tebu dan pendirian pabrik gula di Indonesia Timur, kata Gamal, masih menunggu peralihan status lahan dari hutan produksi yang dapat dikonversi menjadi hak guna usaha (HGU). "Di Indonesia Timur ada rencana pembangunan seperti di Sumba dan Merauke, tpai masih menunggu status lahan," imbuhnya.

Berdasarkan taksasi, produksi gula nasional pada 2014 mencapai 2,9 juta ton GKP. Namun, proyeksi tersebut masih perlu dievaluasi mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. (rs-infoblora)
 
Sumber: http://www.infoblora.com/2014/06/pabrik-gula-blora-mulai-beroperasi.html

ADA "GAENAH” DI PABRIK GULA PT GMM

Pengoperasian mesin giling perdana pabrik gula  PT. Gendhis Multi Manis  (GMM) di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan,  Blora, Jawa Tengah yang , Rabu (04/05) seakan menghantarkan secercah harapan bagi para pekerja dan petani tebu di Kabupaten Blora.  Sebab, setelah menunggu sekitar empat tahun, sejak akhir 2010, akhirnya PT Gendhis Multi Manis (GMM) selaku investor pembangunan Pabrik Gula (PG) Blora bisa menyelesaikan pembangunan PG tersebut.

Kemarin, persiapan tengah dilakukan oleh panitia, bahkan suguhan kesenian Tari Gaenah binanan dari Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora dipentaskan untuk memeriahkan dan sebagai hiburan penyambutan/ suguhan  para tamu undangan.
“Kami sudah melakukan persiapan untuk pementasan kesenian Barongan dan Tari Gaenah untuk dipersembahkan pada acara peresmian pabrik Gula PT. GMM. Ada tujuh personil seniman tari Gaenah yang akan pentas, durasinya kurang lebih lima menit,” kata Kepala DPPKKI Blora H. Slamet Pamudji, SH. M.Hum  melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Suntoyo, S.Kar, Rabu pagi (04/06).

Diperoleh informasi lainnya, seniman dan budayawan kondang dari kota gudeg Yoyakarta, yakni, dua bersaudara,  Butet Kertarajasa dan musisi Djaduk Ferianto (putra almarhum seniman Bagong Kusudihardjo, Red)  juga akan manggung unjuk karya di tengah megahnya pabrik gula PT GMM hari ini.  

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (HUMAS) PT GMM, Wahyu Agus Siswoyo, mengatakan PG Blora sudah siap melakukan pengilingan tebu dari tebu yang di tanam petani Blora sendiri.

"Sebenarnya mulai 21 Mei lalu sudah melakukan uji coba pengilingan dari tebu yang ada di Blora," ungkap Kepala Humas PT GMM Wahyu Agus Siswoyo kepada wartawan.

Dikatakannya, sejauh ini uji coba pengilingan dengan tebu berjalan lancar. Selain itu sejumlah tenaga kerja juga sudah siap sejak lama. Para tenaga kerja yang ada saat ini mayoritas adalah masyarakat Blora.

Untuk menyambut peresmian pabrik gula baru pertama setelah 30 tahun itu, berbagai kegiatan pendukung akan diadakan di sekitar lokasi PG Blora Desa Tinapan Kecamatan Todanan Blora, di antaranya adalah adanya pasar rakyat dan pesta rakyat yang akan dimulai nanti pada tanggal 4-11 Juni 2014.

"Sebelumnya akan ada finising seni mural di dinding gudang PG Blora yang akan dilakukan oleh atlet pendaki Sabar Gorky pada 3 Juni," jelasnya.

Sabar Gorky lanjutnya akan menyelesaiakan lukisan mural yang sudah ada sehingga mural selesai. Tema yang diusung dalam seni mural itu mengangkat tokoh lokal Blora Samin Surosentiko serta ornamen tanaman tebu dan juga adanya tulisan "Demen Becik Seger Waras" yang mana merupakan falsafah hidup sedulur sikep Samin yang ada di Blora.

Wahyu menambahkan saat peresmian  juga diadakan kirab arak-arakan tebu yang dilakukan oleh petani tebu Blora, peralatan pertanian dan pertunjukan budaya lokal tradisional khas Blora.

Diantaranya, seni Barongan, Tayub, Wayang Kulit, panggung musik, hingga ritual ambengan yang menjadi tradisi warga setempat.

Juga akan ada arak-arakan dari Sedulur Sikep Blora yang menganut prinsip; demen, becik, rukun, seger, waras, dan memuat simbol petani tebu Kabupaten Blora. Salah satunya adalah pembuatan replika tebu berjumlah 16 seperti jumlah kecamatan di Blora.

Informasi dari bagian humas dan protokol Setda Blora, undangan peresmian PT. GMM berlangsung pukul  14. 30 WIB hari ini. (DPPKKI Blora)

Sumber: http://www.blorakab.go.id/modules/news/fullnews.php?fn_id=804

PT. GMM Berkomitmen Menjadi Pabrik Gula Berbasis Tebu

 
 
Blora, InfoPublik - Presiden Direktur PT. Gendhis Multi Manis (GMM) Ir. Kamadjaya kembali tegaskan komitmennya menjadikan PT. GMM menjadi pabrik gula berbasis tebu. Pernyataan Kamadjaya ini seolah menjawab keraguan dari beberapa pihak, yang meragukan komitmen PT. GMM yang berpihak kepada petani.
Hal itu disampaikan Kamadjaya saat peresmian pabrik gula PT. GMM desa Tinapan Kecamatan Todanan, Rabu (4/6). Kamadjaya menegaskan bahwa PT. GMM tidak akan menanam tebu, melainkan membeli tebu milik rakyat.
“PT. GMM menanam tebu hanya untuk pembibitan. Konsep PT. GMM seratus persen plasma,” tegasnya.
Pernyataan Kamadjaya mendapat sambutan positif dari Ketua Komisi IV DPR RI, M. Romahurmuziy, ST MT. Dirinya mengatakan, berdirinya pabrik gula bebasis tebu sudah dinanti-nantikan petani tebu. Komisi IV DPR RI mendukung penuh langkah PT. GMM menjadi pabrik gula yang berbasis tebu, karena Komisi IV DPR RI yang dipimpinnya selama ini terus mendorong berdirinya pabrik gula berbasis tebu.
Romahurmuziy mengungkapkan, selama ini pabrik gula berbasis tebu tertatih-tatih, sehingga petani tebu tertekan. Bedirinya PT. GMM menurutnya, akan menjadi penyemangat dan pendorong berdirinya pabrik gula baru. Komisi IV DPR RI yang dipimpinnya, lanjutnya akan terus mendorong  berdirinya 10 sampai 15 pabrik gula baru dengan kapasitas 10 ribu hingga 12 ribu TCD.
Menurutnya, dengan berdirinya pabrik gula berbasis tebu, impian swasembada gula bukan hanya rencana strategis saja, namun betul-betul membangun kemandirian nasional.
“PT. GMM melahirkan langkah besar dalam melawan serangan gula import atau gula rafinasi. Semoga langkah Bapak Kamadjaya diikuti investor-investor lainnya,” harapnya.
Wakil Bupati Blora Abu Nafi’ mengatakan bahwa berdirinya PT GMM merupakan impian warga masyarakat Blora. “Impian yang hari ini terwujud, impian masa depan Kabupaten Blora,” katanya.
Peresmian PT. GMM dihadiri para mantan Gubernur Jawa Tengah, antara lain: Mardiyanto, Ali Mufidz, dan Bibit Waluyo, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif, Muspida Kab. Blora, para Kepala Dinas dan Camat se-Kab. Blora. Hadir pula seniman kondang Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto. (Ahmad/Kus)

Sumber: http://www.infopublik.org/read/79950/pt.-gmm-berkomitmen-menjadi-pabrik-gula-berbasis-tebu.html

Jumat, 16 Mei 2014

Dialog Petani Tebu dengan Gita Wirjawan di PG Blora

 

PT. Gendhis Multi Manis (PG Blora) telah menerima kunjungan dari Gita Wirjawan dengan agenda ramah tamah dan dialog interaktif dengan petani tebu yang ada di wilayah kabupaten Blora.
Acara yang berlangsung di pabrik gula blora ini dihadiri oleh muspika setempat, petani tebu, Presiden Direktur PT. GMM Kamadjaya, Bibit Waluyo, dan perwakilan APTRI Blora Sunoto, Bambang Sulitsya dan Anton Sudibyo.

"Jika diberi amanah nanti, saya pastikan harga bibit bisa lebih murah dari sekarang, termasuk pupuk dan modal, ini harus dipermudah untuk petani. Kendala utama semacam ini yang harus dibereskan pemerintah," ujar Gita dalam acara dialog dengan petani.

"Terimakasih saya untuk para petani yang sudah mengorbankan waktu kerjanya. Ini pertama kali berkunjung ke Blora. Saya sangat menikmati hamparan sawah, tebu dan hutan jati sepanjang perjalanan. Kita sepatutnya bersyukur. Saya percaya bahwa pelembagaan rasa syukur kita, dapat diwujudkan dengan keberadaan Undang-undang Agraria yang jelas keberpihakannya pada petani, tidak terkecuali petani tebu," tambah Gita.

Dalam kesempatan yang sama, PresDir PT. Gendhis Multi Manis Kamadjaya optimis produksi pabriknya bisa produksi mulai pada bulan Mei 2014, dengan tetap komitmen pada program rendemen minimal 8%, pembagian bagi hasil 70% untuk petani dan 30 % untuk pabrik, dan saat giling tebu dari petani bisa memberikan perwakilannya untuk ikut mengikuti jalannya proses giling.  

Sumber: http://gendhismultimanis.com/desktop/main.php?module=events&year=2014&id=6 

Kamis, 08 Mei 2014

Tim Tanaman Siap Sambut MG 2014


Gathering yang dilakukan oleh Manager kami pada hari Kamis 08/05/2014 memberikan semangat bagi Tim Tanaman untuk memberikan penyuluhan ke petani tebu Blora terkait MG 2014. Harapannya petani tebu dapat memberikan hasil tebunya kepada PG Blora, bagi petani tebu Blora yang akan mengirimkan tebunya di PG Blora akan dijamin minimal rendemen 8%. Hal ini sebagai apresiasi PT GMM kepada masyarakat dan petani tebu Blora yang telah mendukung penuh berdirinya PT GMM di Kabupaten Blora.

Plantation Division "Yes, We Can"


PENGAJUAN SPTA GMM

Beberapa yang perlu dipesiapkan untuk pengajuan SPTA PT GMM, diantaranya adalah:
1. Foto copy KTP yang masih berlaku
2. Foto copy Rekening BRI
3. Catat Luas Lahan yang anda miliki
4. Catat kesanggupan pengiriman (jumlah rit/hari)
5. Catat No Handphone anda pada lembar Fotocopyan tersebut.

*Semua berkas dapat diberikan ke kantor Plantation/Tanaman PG BLORA PT GENDHIS MULTI MANIS atau bisa diberikan kepada SINDER Wilayah

HPP Gula Petani Rp 8.250

JAKARTA (6/5/2014) – Kementerian Perdagangan akhirnya menetapkan harga patokan petani gula sebesar Rp 8.250 per kilogram, mengingat di Indonesia telah memasuki musim giling.  “HPP ditetapkan sebesar Rp8.250 per kilogram, surat akan dikirim hari ini kepada Ketua Dewan Gula Indonesia,” kata Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi dalam jumpa pers di Kementerian Perdagangan,
Berdasarkan surat dari Kementerian Pertanian pada 8 April 2014 menyebutkan bahwa rendemen gula pada tahun ini adalah sebesar 8,07 persen.  Dengan  rendemen tersebut maka ditetapkan biaya pokok produksi (BPP) sebesar Rp 7.892 per kilogram.  Dengan dasar itu dan semua pertimbangan, maka kami merasa adanya keberpihakan pada petani untuk memberikan keuntungan bagi mereka diatas BPP sebesar Rp350 per kilogram. Penetapan HPP tersebut juga sudah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan para pemangku kepentingan dan semua pihak, dan penetapan besaran tersebut juga merupakan bukti keberpihakan pemerintah kepada para petani.
Sementara itu,  harga gula kristal putih (GKP) internasional hingga masuk di pelabuhan dalam negeri sebesar Rp 7.100 per kilogram, dimana jika dibandingkan dengan HPP yang ditetapkan pemerintah ada selisih sebesar Rp1.150 per kilogram.  Jika impor gula, harganya sebesar Rp7.100 per kilogram, sementara HPP ditetapkan Rp  8.250 per kilogram, itu intervensi pemerintah bahwa selisih Rp1.150 tersebut adalah bentuk keberpihakan dari pemerintah ke petani kita.  Dengan ditetapkannya HPP gula sebesar Rp  8.250 tersebut akan memberikan kotribusi terhadap inflasi hanya sebesar 0,008 persen, dan diharapkan penetapan tersebut dapat dijadikan acuan.
SUMBER : antarajatim.com

Selasa, 06 Mei 2014

PT GMM Dukung Tim Atlit Dayung Mustika Blora

 
PT. Gendhis Multi Manis (PG Blora) dalam menunjang program CSR(Corporate Social Responsibility) sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial di lingkungan sekitar masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan.

PT. GMM (PG Blora) dalam hal ini memberikan sumbangsih CSR senilai Rp. 10.000.000 kepada tim atlit dayung Mustika Blora guna mendukung performansi atlit untuk terus berjuang dan berprestasi di cabang olahraga dayung.

Penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. GMM (PG Blora) kepada tim atlit dayung Mustika Blora diadakan di kantor PT. GMM (PG Blora) dengan alamat Jalan Raya Kunduran – Todanan Km 7 Blora, dilakukan oleh Bapak Edi Winoto selaku General Manager PT. GMM dan diserahkan ke Bapak Kiman selaku penanggung jawab tim atlit dayung Mustika Blora.

Rangkaian acara ini dihadiri oleh 20 (dua puluh) atlit dayung Blora, management PT. GMM dan perwakilan petani tebu di Blora.

“Kami mengucapkan terima kasih untuk PT. GMM (PG Blora) yang telah membantu sumbangsih bagi tim atlit dayung Mustika Blora”, kata Bapak Kiman

“Program CSR ini merupakan upaya tanggung jawab sosial dari PT. GMM (PG Blora) untuk tetap menjaga hubungan baik perusahaan dengan lingkungan masyarakat di wilayah Kabupaten Blora”,kata Bapak Edi Winoto

“Dengan adanya program dukungan positif ini semoga bisa memacu tim atlit dayung Blora semakin berprestasi dan membawa nama baik kota Blora”, kata Wahyu Agus selaku Humas PT. GMM menambahkan

Sumber: http://gendhismultimanis.com/desktop/main.php?module=events&year=2014&id=5

Kamis, 27 Maret 2014

PG Blora Siapkan 1.500.000 Bibit Tebu Unggul Single Bud Planting



Blora, 20 Maret 2014 – Sehubungan dengan program swasembada gula nasional 2014 untuk memenuhi kebutuhan gula di indonesia, PG Blora dalam hal ini telah mempersiapkan 1.500.000 bibit tebu unggul dengan sistem Single Bud Planting (SBP), yang dikenal dengan metode Bud Chips. Bibit tebu unggul ini nantinya akan ditanam dilahan Kebun Bibit Datar (KBD) di Kabupaten Blora.

Program SBP ini merupakan kerjasama dari Dinas Perkebunan Jawa Tengah dan Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Jawa Tengah dengan semua PG se-Jawa Tengah. Adapun penyediaan bibit SBP ini dari Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI).

Metode Bud Chips adalah teknologi percepatan pembibitan tebu dengan satu mata tunas yang diambil dari bibit tebu. Metode Bud Chips ini sangat banyak manfaatnya dibanding tanaman tebu konvensional. Kelebihan Bud Chips ini adalah presentase bibit tebu yang hidup lebih besar dan relatif  kecil gagalnya, jumlah anakan lebih banyak, dan tinggi tanaman seragam.

Pembibitan tanaman tebu SBP ini dilakukan pada bulan Maret 2014 di PG Blora dan nantinya akan ditanam dilahan KBD pada bulan Mei 2014, pada bulan Oktober 2014 ditanam di lahan Kebun Tebu Giling (KTG) Pola II pada masa tanam 2014/2015.

“Program SBP ini merupakan bibit tanaman tebu unggulan, banyak manfaat dari  budidaya bibit ini. PG Blora, Dinas Perkebunan Blora, dan KPTR Jateng  sebagai tim teknis, PT. GMM siap untuk mendampingi proses pembuatan bibit ini sampai selesai di tanam dilahan KBD hingga sampai KTG” Kata Wahyuningsih Bagian Tanaman, PT. GMM.

“Besar harapan dari bibit SBP ini bisa menghasilkan jenis tebu yang berkualitas baik sehingga bisa meningkatkan produksi tebu dan tentunya menghasilkan rendemen yang optimal”, tambah Wahyu.
PG Blora selama menjalankan proses pembibitan SBP ini dibantu oleh tenaga kerja yang dekat dengan ring 1 pabrik, dengan merekrut sekitar 200 tenaga kerja, diantaranya desa Tinapan, Kedungwaru, Kedungwungu, dan lainnya.

“ini juga menjadi langkah nyata PG Blora dalam memprioritaskan tenaga kerja dilingkungan sekitar pabrik. Semoga dengan dibantu tenaga kerja sekitar PG Blora ini bisa menambah penghasilan ekonomi mereka dan terjalin kerjasama saling menguntungkan antara PG Blora dan warga sekitar”, kata Wahyu Agus Siswoyo selaku Humas PT. GMM.

Kamis, 20 Maret 2014

Pabrik Gula Gendhis Multi Manis Blora Segera Beroperasi

Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) Blora.
Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) Blora.

BLORA (BanyumasNews.Com) – Uji coba penggilingan yang akan dilakukan di Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) Blora, diharap dilakukan dengan menggiling gula tebu, bukan menggiling gula rafinasi maupun gula mentah impor. Hal tersebut sekaligus sebagai penguat komitmen pengelola pabrik gula, untuk lebih mengutamakan penggilingan tebu petani.
“Saya tidak mau petani dipermainkan dengan cara yang tidak sesuai. Saya mau yang digiling tebu petani. Saya mau mengukur kadar keberpihakan terhadap petani. Saya tidak mau petani dirugikan lagi, yang nanti pasti marahnya sama saya,” tegas Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo SH, saat Peresmian Jembatan Timbang PG GMM, Waduk Gendhis Tirta Mulya, serta Temu Wicara dengan Petani Tebu Kabupaten Blora,  yang berlangsung di Pabrik Gula GMM Kabupaten Blora, Kamis (9/1).

Diakui, kondisi gula Indonesia dari tahun ke tahun cenderung menurun. Namun, sejumlah upaya dilakukan untuk membangkitkan produksi gula, khususnya di Jawa Tengah. Dan upaya itu pun berhasil, dengan capaian swasembada gula Jawa Tengah pada 2013. Bahkan, mampu surplus 2.819 ton gula. Beroperasinya pabrik gula di Blora diharapkan menjadi rintisan kebangkitan gula di Indonesia.
“Tapi, janji untuk bersenyawa dengan petani harus ditepati. Jangan sampai nanti tebu petani tidak ditampa (diterima) karena rendemennya jelek. Tidak hanya cukup menyuplai kepada pabrik terus digiling, tapi pabrik juga harus membina agar kualitas tebu sesuai dengan spech Pabrik Gula,” kata Ganjar.

Untuk itu, Gubernur bersama jajarannya dan pemerintah kabupaten akan terus melakukan pengecekan di lapangan. Prinsipnya, keberadaan pabik haris dapat memberikan kemakmuran untuk masyarakat. Namun, jika nantinya masyarakat sudah mendapat kenikmatan, mereka juga diminta tidak menuntut yang berlebihan, melainkan sewajarnya saja.

Senada dengan Gubernur, Bupati Blora, Djoko Nugroho, juga berharap keberadaan pabrik gula akan meningkatkan perekonomian masyarakat, dan menyejahterakan petani. Apalagi, di Blora terdapat 3.800 hektare lahan tebu, dengan tenaga kerja di dalam lahan sekitar 40-50 ribu orang petani.
Sementara itu, Presiden Direktur PG GMM, Ir Kamajaya, menyatakan, pihaknya akan lebih mengutamakan menggiling gula tebu milik rakyat. Bahkan, dia berjanji tidak hanya akan bersatu dengan petani, melainkan akan bersenyawa, dengan kata lain pihaknya dan petani menjadi satu nyawa. Namun, di luar giling tebu, pihaknya juga akan menggiling gula mentah untuk mengisi idle capacity.

Komitmen kebersamaan dengan petani dituangkan dengan dibuatnya naskah kerja sama yang akan menerima produk petani dengan rendemen minimal delapan persen. Hal itu dinilai rasional mengingat sejarah tebu petani di Indonesia bisa berkisar antara 12-14 persen.
“Untuk awal-awal ini, produksi petani mungkin masih belum begitu bagus. Karenanya, kami akan tetap terima tebu petani dengan rendemen kurang dari delapan persen, dan akan tetap kami bayar seperti rendemen delapan persen. Tapi, kalau rendemennya lebih dari itu, kami akan bayar lebih,” beber Kamajaya.
Dibangunnya waduk di kawasan pabrik juga merupakan bentuk perhatian kepada petani, mengingat wilayah Blora merupakan daerah sulit air. Sementara, untuk memperoleh hasil yang baik, tanaman tebu membutuhkan air lebih banyak. Waduk Gendhis Tirta Mulya itu memiliki kapasitas 150 ribu meter kubik, dan nantinya air akan didistribusikan melalui saluran irigasi yang sudah ada. Sementara, jembatan timbang dibangun agar pengukuran tebu yang disalurkan ke pabrik tebu, dapat lebih transparan. Jadi, sebelum disetor, truk beserta muatannya akan ditimbang. Setelah bongkar muatan, truk dalam keadaan kosong ditimbang ulang. Selisihnya merupakan berat tebu yang disetor. Dalam hal ini, pengemudi truk akan mendapatkan struk dari petugas.

“Selama musim giling, petani juga diperbolehkan menaruh orangnya di pabrik, untuk ikut mengawasi. Mulai dari penimbangan, pengukuran rendemen, dan sebagainya. Itu juga merupakan salah satu keterbukaan kami,” tandas dia. (BNC/*)

Sumber: http://banyumasnews.com/77550/pabrik-gula-gendhis-multi-manis-blora-segera-beroperasi/

Pabrik Gula GMM Beroperasi Mulai 2014

Pabrik gula, ilustrasi
Pabrik gula, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,BLORA--Kementerian Perdagangan tengah menantikan beroperasinya Pabrik Gula Gendis Multi Manis (GMM) dan diharapkan mampu menghasilkan produk gula kualitas tinggi dari satu-satunya pabrik yang dibangun setelah kurun waktu 50 tahun.

"Saya ingin benar-benar memastikan pabrik gula tersebut selesai, masyarakat Blora pada khususnya akan diuntungkan dengan adanya pabrik baru yang menghabiskan biaya investasi sebesar Rp1,7 triliun itu," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, saat meninjau pabrik gula Gendis Multi Manis dan berdialog dengan petani tebu di Kecamatan Todanan, Blora, Jawa Tengah, Minggu.

Bayu mengatakan, pabrik dengan investasi senilai Rp1,7 triliun tersebut merupakan pabrik pertama yang dibangun setelah 50 tahun tidak adanya pembangunan pabrik gula baru di Indonesia, oleh karena itu jika pembangunan tersebut berhasil maka akan menjadi harapan untuk pembangunan pabrik gula di wilayah lainnya.

"Pabrik ini akan memberikan jaminan rendemen delapan persen. Banyak sekali yang kita pertaruhkan apabila kita tidak bisa selesaikan pabrik tersebut," ujar Bayu.

Bayu menambahkan, jika pembangunan PG Blora tersebut berhasil, maka rencana pembangunan pabrik di daerah lain maka diharapkan bisa terealisasi."Saya akan lebih sering untuk melakukan komunikasi terkait penyelesaian pabrik ini, karena ini bukan hanya harapan untuk Blora, tapi juga di tempat lainnya di Indonesia," kata Bayu.

Bayu menjelaskan, masyarakat Indonesia sangat membutuhkan gula dan sesungguhnya pihaknya tidak menginginkan adanya importasi gula ke Indonesia. "Kita terpaksa melakukannya karena kurang, produksi kita baru sebesar 2,5 juta ton, yang bisa naik menjadi 2,7 juta ton, namun turun lagi menjadi 2,3 juta ton padahal kebutuhan mencapai lima juta ton," ujar Bayu.

Bayu mengatakan, kualitas dari pabrik baru tersebut bukan hanya diharapkan pada tingginya angka produksi, namun juga terkait dengan kualitas gula baik tinggi maupun biasa saja yang belum mampu dihasilkan oleh pabrik lain di Indonesia.

"Ini pabrik gula berbasis tebu yang harus memperhatikan kualitas gulanya, pada tahap produksi awal akan menyerap 4.000 TCD dan harus meningkat nantinya menjadi 10.000 TCD. Saya berharap pabrik ini bisa menjadi yang terbaik," kata Bayu.

Pabrik yang dibangun di Desa Tinapan tersebut memilki luas areal sebesar 3,7 hektar dan memiliki keunggulan berupa efisiensi mencapai 85 persen sementara pabrik lain hanya 75 persen. Hingga Desember 2013, pembangunan pabrik tersebut sudah mencapai 85 persen dan diharapkan akan mulai beroperasi pada tahun 2014 mendatang.

Sumber: http://www.republika.co.id